SISTEM INTEGRASI TANAMAN PADI DENGAN TERNAK SAPI BALI

  • A Wadi Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • A Fajar Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • F Akhsan Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Mihrani Mihrani Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • N Bando Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Keywords: Padi, Petani-Ternak, Sapi Bali, Sistem Pertanian Terpadu

Abstract

Sistem Pertanian terpadu terdiri dari komponen dengan keterkaitan yang erat dalam satu kesatuan yang utuh. Penerapan sistem integrasi mampu memberi keuntungan bagi aspek ekonomi maupun aspek lingkungan. Sistem integrasi tanaman padi dan ternak sapi Bali merupakan salah satu bagian dalam sistem pertanian terintegrasi. Desa Galung merupakan desa yang memiliki populasi sapi Bali dan produksi padi yang cukup tinggi, sehingga memiliki potensi besar dalam penerapan integrasi tanaman padi dengan ternak sapi Bali di Kabupaten Barru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana pemanfaatan jerami padi dalam menyediakan pakan ternak sapi, (2) Bagaimana pemanfaatan feses sapi dalam menyediakan pupuk organik tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Galung, Kabupaten Barru pada bulan Februari sampai April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan 37 responden yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tanaman padi dengan ternak sapi Bali dalam hal penyediaan pupuk organik bagi tanaman padi/ha/6 bulan dibutuhkan 4,72 ST dengan asumsi feses yang dihasilkan dimanfaatkan secara maksimal sebagai pupuk organik. Pada tingkat pemotongan 40 cm, 20 cm dan 10 cm hasil produksi bahan kering (BK) jerami padi berturut-turut 4, 15 dan 21 ton/tahun dengan daya tampung 1,75, 6,57 dan 9,20 ST.

Published
2021-12-20