PEREMAJAAN KELAPA SAWIT DAN ASPEK KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN RAKYAT
Abstract
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan yang terluas di dunia, namun produktivitasnya masih rendah. Perkebunan kelapa sawit rakyat swadaya memiliki produktivitas yang paling rendah dibandingkan tipe perkebunan rakyat lainnya. Menghadapi isu keberlanjutan dan sertifikasi, Pemerintah Indonesia berusaha meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus menekan perluasan kebun kelapa sawit yang telah terlanjur mengokupasi 3,4 juta ha kawasan hutan di Indonesia dan 1,8 juta ha di antaranya di Provinsi Riau. Studi ini ditujukan untuk menganalisis kendala dan manfaat peremajaan kebun kelapa sawit rakyat untuk mendukung keberlanjutan produksi kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini mengamati beberapa model peremajaan yang telah dan sedang berlangsung saat ini. Analisis deskriptif-kuantitatif digunakan untuk menjelaskan data-data yang dikumpulkan dari pekebun sampel anggota koperasi dan kelompok pekebun yang menerapkan model peremajaan yang diamati. Studi ini memperlihatkan bahwa pekebun rakyat menghadapi kendala finansial, organisasi dan legalitas untuk mendapatkan dukungan finansial dari BPDPKS dan lembaga keuangan. Pekebun swadaya murni menghadapi kendala yang lebih besar dibandingkan pekebun plasma atau eks plasma.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.