PERSEPSI PETANI TERHADAP KEGIATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA MALALIN KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG
Abstract
Jagung merupakan tanaman pangan dunia terpenting selain gandum dan padi, selain sebagai sumber karbohidrat juga memiliki potensi yang besar untuk kepentingan industri pakan dan pangan. Tanaman jagung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani. Persepsi petani dapat menjadi faktor pendorong ataupun penghambat dalam mengoptimalkan usahatani yang dilakukan, dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang mendukung pengembangan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani terhadap 1) keuntungan usahatani jagung, 2) penyediaan benih jagung, dan 3) penyediaan pupuk di Desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, karena dalam pelaksanaanya data kualitatif diperoleh melalui wawancara, kuesioner, observasi, studi literature, dan data kuantitatif didapatkan dalam bentuk angka yang dianalisis dengan menggunakan rumus matematika, data yang digunakan data primer dan sekunder. Terdapat 56 sampel dalam penelitian ini kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel, dan dianalisis menggunakan teknik analisis Skala Likert. Dari hasil penelitian diperoleh: 1) Sebanyak 91,07% petani responden memiliki persepsi bahwa usahatani jagung saat ini menguntungkan karena usahatani jagung mampu memaksimalkan potensi lahan sejak komoditi kakao memiliki penurunan. 2) 78,83% petani berkesimpulan ketersediaan benih bersubsidi mampu menunjang kegiatan usahatani jagung sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal. 3) Menurut 75,77% petani bahwa ketersediaan pupuk sangat menunjang keberlanjutan usahatani jagung karena kebutuhan pupuk bagi petani disubsidi oleh pemerintah.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.