Ketahanan Pangan Dengan Pemanfaatan Material Lokal Di Kawasan Pesisir Dan Pulau Terisolir Untuk Infrastruktur Perikanan Teknologi Beton Fiber-SCC

Authors

  • Adnan Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  • Jasman Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  • Muh. Jabir M Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  • Sahabuddin Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Pare-pare
  • Miswar Tumpu Program Studi Mitigasi Bencana, Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin Makassar

Keywords:

Ketahanan pangan, Material laut, Infrastruktur perikanan, fiber, Self compacting concrete

Abstract

Ketahanan pangan di kawasan pesisir dan pulau-pulau terisolir sering kali terhambat oleh keterbatasan akses terhadap bahan bangunan konvensional dan kondisi lingkungan ekstrem yang merusak infrastruktur perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi Self Compacting Concrete (FiberSCC) yang diperkuat serat, menggunakan material lokal yang tersedia, guna membangun infrastruktur perikanan yang tangguh. Pemanfaatan material lokal seperti agregat pasir laut dan limbah cangkang moluska tidak hanya mengurangi biaya transportasi dan ketergantungan pada pasokan eksternal, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Metodologi yang digunakan meliputi studi eksperimental di laboratorium untuk menguji karakteristik fisik dan mekanik beton Fiber-SCC yang dikembangkan. Bahan-bahan lokal diuji kelayakannya sebagai substitusi parsial atau penuh untuk agregat konvensional. Kemudian, dilakukan pengujian kinerja beton terhadap kondisi lingkungan pesisir yang korosif dan abrasi air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran beton Fiber-SCC yang dioptimalkan dengan material lokal memiliki kuat tekan, durabilitas, dan ketahanan korosi yang sebanding atau bahkan lebih baik dibandingkan beton konvensional. Infrastruktur perikanan yang dibangun dengan teknologi ini, seperti dermaga, pelindung pantai, atau fasilitas budidaya, akan lebih tahan lama, mengurangi frekuensi perbaikan, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas perikanan. Inovasi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan dengan menyediakan infrastruktur yang andal, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan komunitas pesisir untuk mengimplementasikan teknologi beton FiberSCC sebagai solusi efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di wilayah terpencil.

Downloads

Published

2026-01-29