Analisis Potensi Ekonomi Petani Perkotaan : Studi Kasus Usahatani Sayuran Hidroponik di Kota Makassar

Authors

  • Erna Halid Jurusan Teknologi Produksi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Aulia Magfhira Ichwan Jurusan Teknologi Produksi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Keywords:

hidroponik, makassar, potensi ekonomi, petani perkotaan

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, telah menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan akibat berkurangnya lahan pertanian. Dalam konteks ini, pertanian perkotaan—terutama melalui sistem hidroponik—muncul sebagai solusi inovatif yang mampu memanfaatkan ruang sempit dan sumber daya air secara efisien, sekaligus menyediakan pangan sehat dan peluang ekonomi bagi masyarakat kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi usahatani  hidroponik  sayuran dKota  Makassar.  Pendekatan  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode kuantitatif untuk menilai efisiensi usaha meliputi analisis biaya, pendapatan, keuntungan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani sayuran hidroponik sebesar Rp1.697.200 per periode tanam, yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp1.275.000 dan biaya variabel sebesar Rp422.200. Rata-rata penerimaan usahatani mencapai Rp2.300.000 per periode tanam yang berasal dari produksi kangkung, selada, dan pakcoy. Dengan demikian, pendapatan bersih yang diperoleh sebesar Rp602.800 per periode tanam. Nilai rasio R/C sebesar 1,35 menunjukkan bahwa usahatani sayuran hidroponik di KWT ABulo Sibatang layak dan menguntungkan secara ekonomi.

Downloads

Published

2026-01-29