Studi Mutu Kuat Tekan Paving Block dengan Variasi Campuran Agregat dan Bahan Pengikat Semen

Authors

  • Irwan Program Studi Teknik Kelautan, Jurusan Teknologi Kemaritiman, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Syatir Suaib Program Studi Teknik Kelautan, Jurusan Teknologi Kemaritiman, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Rini Sahni Putri Program Studi Teknik Kelautan, Jurusan Teknologi Kemaritiman, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Keywords:

Paving block, mutu kuat, variasi campuran

Abstract

Paving block merupakan salah satu bahan bangunan pracetak yang umum digunakan dalam konstruksi perkerasan ringan seperti trotoar, halaman, area parkir, dan jalan lingkungan. Paving block dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mudah dalam pemasangan, perawatan, dapat dilepas pasang, serta ramah lingkungan karena memungkinkan resapan air ke dalam tanah. Selain itu paving block juga murah dan mudah dalam proses produksi jika dibandingkan dengan produk pracetak dari bahan beton. Dalam upaya peningkatan mutu dan efisiensi biaya, perlu dilakukan studi terhadap variasi campuran agregat dan semen dalam pembuatan paving block. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan komposisi campuran yang optimal, yang memenuhi standar kuat tekan sesuai SNI serta mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran agregat dan semen terhadap mutu paving blok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan membuat 5 variasi sampel campuran paving yaitu 1:1, 2:4, 1:3, 1:4, 1:5. Setelah di cetak paving akan di curing selama 28 hari. Setelah cukup umur maka masing-masing sampel di timbang beratnya kemudian akan di uji kuat tekannya pada alat uji kuat tekan. Komposisi campuran semen memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kuat tekan paving blok. Semen berfungsi sebagai bahan pengikat yang menyatukan butiran agregat seperti pasir dan abu batu melalui proses hidrasi. Semakin banyak semen yang digunakan dalam campuran, maka ikatan antar partikel akan semakin kuat dan rapat. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa campuran dengan rasio semen lebih besar cenderung memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan campuran dengan semen lebih sedikit. Namun variasi campuran 1: 5 mutunya tidak masuk standar SNI. penggunaan semen dalam jumlah berlebihan juga tidak selalu baik. Terlalu banyak semen, selain membuat biaya produksi tidak ekonomis. Maka dari campuran paving 1:3 dan 1:4 paling optimum dalam memberikan hasil kuat tekan karena besarnya sudah masuk dalam standar kuat tekan berdasarkan SNI dan biayanya masih lebih rendah dari harga pasaran.

Downloads

Published

2026-01-29