ANALISIS DAMPAK PELARANGAN PUKAT TARIK TERHADAP SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP
Abstract
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting dan telah menembus pasar ekspor. Kondisi ini memacu nelayan di Kabupaten Pangkep untuk mengeksploitasi species ini sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kelestarian stok populasi kepiting rajungan, salah satu alat tangkap yang digunakan untuk menangkap kepiting rajungan adalah dengan pukat tarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan oleh pelarangan pukat tarik terhadap sumberdaya rajungan dan dampak ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai dari April sampai Oktober 2021, di daerah penangkapan rajungan perairan Kabupaten Pangkep Propinsi Sulawesi Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei dan wawancara serta studi literatur. Data yang dikumpulkan : data primer berupa data yang terkumpul dari kegiatan wawancara nelayan yaitu data hasil tangkapan dan pendapatan nelayan sedangkan data sekunder berupa data tahunan produksi rajungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pangkep. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel, grafik dan gambar. Hasil dari penelitian menunjukkan (1). Dampak pelarangan penggunaan pukat tarik masih berdampak positif terhadap produksi rajungan yang berfluktuasi. (2). Dampak ekonomi terhadap nelayan yaitu menurunnya pendapatan nelayan dan daya beli nelayan, dimana sebagian nelayan beralih menggunakan alat tangkap bubu dan jaring rajungan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.