INDEKS KELAIKLAUTAN KAPAL PURSE SEINE DI PESISIR PANTAI PANCANA KABUPATEN BARRU

  • Paharuddin Paharuddin Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Irawan Alham Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Amir Yusuf Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Keywords: indeks, kelaiklautan, kapal.

Abstract

Kecelakaan angkutan laut menelan korban jiwa, harta benda. Penyebabnya karena kapal ikan tradisional dibuat tidak melalui perencanaan dan perhitungan desain yang baku. Tingkat kecelakaan kapal disebabkan karena kesalahan dari manusia itu sendiri (human error), sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelaiklautan (Alam, Teknis, dan Human error). Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelaiklautan kapal perikanan dan potensi/tingkat resiko kecelakaan laut di wilayah kabupaten Barru dan diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan bagi masyarakat dan pemerintah dalam perencanaan, kebijakan untuk meningkatkan keselamatan nelayan dan kapal ikan di wilayah Kabupaten Barru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret  –  Mei  2021  di  Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Data yang dikumpulkan adalah Data cuaca (gelombang, arus dan kecepatan angin), Data kapal (ukuran kapal, material, usia kapal, tonase, peralatan navigasi, dan alat keselamatan). Metode penilaian indeks kelaiklautan adalah metode scoring atau pembobotan yang setiap parameter diperhitungkan dengan pembobotan yang berbeda. Indeks Kelaiklautan merupakan fungsi dari faktor teknis, human error, dan alam. Faktor Human Error adalah Pendidikan Kepelautan dan Keterampilan. Keselamatan kapal penangkap ikan merupakan interaksi faktor-faktor yang kompleks yakni faktor manusia, teknik dan alam. Nilai indeks kelaiklautan  kapal didapatkan menunjukkan nilai indeks sedang (100%) yakni pada kisaran 0.70 - 1.00

Published
2021-12-20