ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN SKALA KECIL DENGAN PENDEKATAN PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (STUDI DI PELABUHAN PERIKANAN CIPARAGEKABUPATEN KARAWANG, JAWA BARAT)
Abstract
Hampir 85% aktivitas perikanan tangkap di perairan Indonesia didominasi oleh perikanan skala kecil yang beroperasi di sekitar pantai. Besarnya kontribusi dalam produksi perikanan tangkap pada tataran nasional, diikuti oleh keadaan umum nelayan skala kecil masih diidentikkan dengan kemiskinan. Salah satu komponen yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan adalah keterbatasan aset yang dimiliki oleh nelayan skala kecil yang mempengaruhi penghidupan dan keseharian nelayan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil di Desa Ciparage Jaya. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan pencatatan. Analisis tingkat kesejahteraan nelayan dihitung menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan (modal keuangan, alam, manusia, dan sosial). Tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil dikategorikan sedang (58,23), dengan indeks komposit modal keuangan sebesar 37,55 dan alam (11,44) yang termasuk dalam kategori baik, indeks komposit modal manusia masuk dalam kategori sedang (8,03) dan indeks komposit modal sosial masuk dalam kategori buruk (1,20). Penguatan kapasitas kelembagaan keuangan, pengawasan sumberdaya perikanan, penguatan kewirausahaan dan pemberdayaan SDM adalah pilihan strategi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil dan menjaga kelestarian sumberdaya ikan agar terhindar dari pemanfaatan berlebih.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.