MORFOLOGI BAGIAN KEPALA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL APLIKASI HORMON

  • Wahidah Wahidah Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Arham Rusli Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Muh. Alias Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Amrullah Amrullah Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Keywords: diferensiasi sexual, ikan nila, hormon alami, testis sapi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasio morfologi bagian kepala ikan nila (Oreochromis niloticus) antara jantan dan betina hasil jantanisasi menggunakan bahan alami (testis sapi).  Evaluasi terhadap empat karakter morfologi yaitu: panjang muka (PMu), panjang hidung (PHi), panjang rahang (PRh) dan panjang dahi (PDh) pada 195 ekor ikan nila.  Pengukuran karakter morfologi dilakukan pada ikan nila hasil jantanisasi, dimana masing-masing sebanyak 20 ekor ikan nila betina dan 45 ekor ikan nila jantan hasil aplikasi hormon ekstrak tepung testis sapi (ETTS), tepung testis sapi (TTS) dan metil testosteron (MT).  Hasil pengukuran keempat karakter morfologi dibandingkan dengan panjang total tubuh (PTT), yang merupakan rasio karakter morfologi, dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif.  Kisaran rasio morfologi ikan nila betina hasil aplikasi hormon adalah (PMu : PTT) 0.03 – 0.06, (PHi : PTT) 0.03 – 0.06, (PRh : PTT) 0.04 – 0.07, (PDh : PTT) 0.08 – 0.16.  Kisaran rasio morfologi ikan nila jantan hasil aplikasi hormon adalah: (PMu : PTT) 0.04, – 0.06, (PHi : PTT) 0.04 – 0.06, (PRh : PTT) 0.04 – 0.08, (PDh : PTT) 0.09 – 0.16.  Secara umum rasio morfologi bagian kepala ikan nila hasil aplikasi bahan testis sapi dan MT, cenderung sama.

Published
2021-12-20