Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Dosis Kompos Jerami Padi Pada Lahan Marginal
Abstract
Tanaman bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan. Manfaat bawang merah selain untuk bumbu masakan utama, juga sebagai obat tradisional yang mengandung zat anti kanker dan antioksidan. Produktivitas tanaman bawang merah pada lahan marginal dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan organik berupa kompos jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh berbagai dosis kompos jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada lahan marginal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo mulai September sampai Desember 2022. Penelitian disusun dalam RAK dengan perlakuan kompos jerami padi (K) yang terdiri dari empat taraf yaitu : 0 t ha-1 (K0), 10 t ha-1 (K1), 15 t ha-1 (K2) dan 20 t ha-1 (K3). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 12 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi perumpun, bobot kering umbi perumpun dan produksi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap luas daun pada umur 35 HST, jumlah umbi, dan produksi tanaman bawang merah. Perlakuan yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah adalah dosis kompos jerami padi 15 t ha-1.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.