KONTRIBUSI JASA LINGKUNGAN AIR TANAH DI KOTA MAKASSAR
Abstract
Lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti di kota Makassar akan mengurangi kemudahan akses air bersih yang sebelumnya masyarakat memperoleh air bersih dari PDAM harus beralih ke sumur pompa (air tanah). Penelitian ini bertujuan menginventarisasi kebutuhan air; mengetahui kontribusi jasa lingkungan air tanah; dan menghasilkan formulasi strategi pengelolaan jasa lingkungan air tanah di Kota Makassar. Data yang digunakan meliputi produksi air PDAM dan hasil wawancara dengan stakeholders. Data diolah untuk menghitung kebutuhan air domestik dan nondomestik di Kota Makassar. Kemudian, data dianalisis menggunakan SWOT untuk mendapatkan formulasi strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi air bersih PDAM tahun 2016 sebesar 92.025.315 m3 /tahun, yang didistribusikan ke 1.658.503 jiwa penduduk Kota Makassar. Akan tetapi, nilai NRW (non revenue water) 42% sehingga total air bersih yang tersuplai ke masyarakat hanya 53.374.683 m3 /tahun. Tahun 2017 jumlah penduduk Kota Makassar sebanyak 1.769.920 jiwa, produksi PDAM sebesar 90.909.098 m3 /tahun dengan nilai NRW 47,97% hanya mampu mendistribusikan air bersih 47.299.278 m3 /tahun. Konsekuensi tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih di Kota Makassar, masyarakat memanfaatkan air tanah dengan membuat sumur bor atau sumur timba. Kontribusi jasa lingkungan air tanah di Kota Makassar pada tahun 2016 sebesar 52.450.670 m3 /tahun dan tahun 2017 sebesar 65.634.292 m3/tahun. Diprediksi tahun 2026, laju pertambahan penduduk semakin meningkat maka kebutuhan air bersih masyarakat Kota Makassar sebesar 116.270.078 m3 /tahun. Berdasarkan analisis SWOT strategi pengelolaan, diharapkan PDAM mampu meningkatkan pelayanan dan mengurangi persentasi NRW serta melakukan usaha konservasi air dan tanah dengan menambah luasan RTH, reboisasi dan pembuatan lubang resapan/lubang biopori.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.