Variabilitas Nitrogen (N) Pada Sistem Kokultur Hewan Akuatik Dan Tanaman Padi ; Sebuah Eksprimen Laboratorium Untuk Akuakultur Berkelanjutan
Abstract
Akuakultur sistem monokultur berbasis pakan dikritik dari perspektif ekologis dan ekonomis karena dampak negatif dari limbah yang dihasilkan terhadap kualitas air. Sebuah eksprimen laboratorium telah dilakukan untuk menyelidiki variabilitas senyawa nitrogen (N) pada sistem ko-kultur di air payau. Empat hewan akuatik komersil, antara lain ikan nila (Oreochromis niloticus), udang windu (Penaeus monodon), kerang darah (Tegillarca granosa), dan teripang pasir (Holothuria scabra), serta satu tanaman padi (Oryza sativa) melalui sistem apung dikombinasikan pada beberapa sistem akuakultur. Penelitian menggunakan desain eksprimen acak lengkap yang terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan. Empat kelompok perlakuan dengan kombinasi biota berbeda, masing-masing dua perlakuan untuk sistem kokultur (polikultur dan Integrated Multi Trophic Aqucultur-IMTA). Selain itu, terdapat dua perlakuan sistem monokultur sebagai kontrol. Pakan diaplikasikan 4 kali sehari sebanyak 10% dari biomassa ikan nila selama 4 minggu eksprimen. Hasil eksprimen berdasarkan analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa amoniak (NH3), amonium (NH4), nitrit (NO2), dan nitrat (NO3) dipengaruhi secara signifikan (P<0,05) oleh sistem akuakultur. Konsentrasi NH3, NH4, NO2, dan NO3 pada sistem moonkultur cenderung meningkat sampai akhir eksprimen. Variasi berbeda ditemukan pada sistem polikultur dan IMTA, konsentrasi keempat senyawa N yang diamati cenderung tereduksi sehingga menurun di akhir eksprimen. Temuan ini mengarah pada potensi diversifikasi spesies melalui sistem kokultur untuk akuakultur berkelanjutan di air payau.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.