Pemanfaatan Bakteri Paenibacillus polymixa dan Jamur Trichoderma sp dalam Mengoptimalkan Potensi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) yang Berasal Dari Benih Lewat Masa Simpan

  • Mariani Mariani Agroindustry Study Program, Departement of Agricultural Technology, Pangkep State Polytechnic of Agriculture
  • Annisya Meilani Amelia Departement of Biology, Faculty of Mathematics And Natural Sciences, Hasanuddin University,
Keywords: kedelai, masa simpan, Paenibacillus polymixa dan Trichoderma sp

Abstract

Kandungan Protein yang tinggi pada biji kedelai menyebabkan benih kedelai mudah sekali mengalami kemunduran dalam proses penyimpanan. Faktor yang dapat menurunkan produksi kedelai adalah kemunduran benih akibat lamanya  penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh agensi hayati bakteri Paenibacillus polymixa dan jamur Trichodherma sp dalam mengoptimalkan potensi benih kedelai. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor,. Faktor pertama adalah perbedaan varietas yang terdiri dari 2 taraf yakni Argomulyo dan Devon 1, dan faktor kedua adalah agensi hayati yang terdiri dari 3 taraf yakni kontrol, bakteri Phaenibacillus polymixa dan jamur Trichoderma sp. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan metode analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi hayati memberikan peningkatan rata-rata daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal.  Hasil analisis sidik ragam  menunjukkan bahwa perlakuan jenis varietas, agensi hayati, dan interaksi antara varietas dan agensi hayati berpengaruh nyata terhadap daya kecambah dan bobot kering kecambah normal sedangkan perlakuan jenis varietas dan jenis agensi hayati berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh dan kecepatan tumbuh sedangkan interaksi antara varietas dan agensi hayati tidak berpengaruh nyata  terhadap potensi tumbuh dan kecepatan tumbuh

Published
2023-12-23