Respon Pertumbuhan Bibit Kakao Hasil Sambung Pucuk pada Pemberian berbagai Dosis Pupuk Bokashi
Abstract
Pertumbuhan dan perkembangan bibit kakao yang berasal dari hasil sambung pucuk di lapangan mengalami dinamika dan berbeda dengan pertumbuhan bibit alami dari biji, terutama responnya terhadap pemberian berbagai macam pembenah tanah untuk menunjang pertumbuhan bibit, maka dilakukan Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao hasil sambung pucuk terhadap pemberian berbagai dosis pupuk bokashi, sehingga dapat diperoleh informasi tentang manfaat pupuk bokashi dalam peningkatan performa pertumbuhan bibit kakao hasil sambung pucuk khususnya dosis yang tepat untuk peningkatan pertumbuhan dan perkembangan bibit kakao hasil sambung pucuk. Penelitian dilakukan di screen house Tefa Jurusan Teknologi Produksi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Pangakjene Kepulauan di Desa Harapan-Bulu Dua Kabupaten Barru. Menggunakan Bibit kakao hasil sambung pucuk, perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk Bokashi dengan 5 level perlakuan, yaitu tanpa Bokashi (sebagai control), dan masing-masing 100 g,150 g, 200 g, dan 250 g Bokashi per polybag berukuran 17,5 x 25 cm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk bokashi memberikan pertambahan diameter batang bibit kakao umur 60 Hari Setelah Aplikasi (HSA) yang lebih baik pada dosis bokashi 250 g /polibag yaitu rata-rata sebesar 1,19 cm, dan pertambahan luas daun pada umur 60 HSA yang lebih baik pada dosis 250 g/polybag dengan rata-rata sebesar 10,58 cm2

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.