Efektivitas Pupuk Organik Terhadap Produksi Padi Inpari 36
Abstract
Penggunaan pupuk anorganik oleh petani yang semakin meluas dan intens dilakukan dalam usahatani tentunya mengkhawatirkan bagi masyarakat sebagai pengguna atau konsumen karena kurang baik bagi kesehatan. Selain itu, dampak lingkungan juga menjadi tidak sehat disebabkan pupuk anorganik mengandung unsur kimiawi yang dapat mencemari sumber daya dan makhluk hidup disekitarnya. Sehingga perlu perhatian khusus mengenai alternatif lain yaitu pengaplikasian pupuk organik dalam bidang pertanian yang ramah lingkungan, atas dasar inilah penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pupuk organik terhadap tanaman termasuk pangan padi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui perbedaan pengaruh pupuk organik dan anorganik serta jumlah produksi gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) terhadap padi varietas Inpari 36. Pelaksanaan kegiatan bertempat di kebun percobaan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Loka Penelitian Penyakit Tungro Kementerian Pertanian. Pola tanam yang digunakan adalah jajar legowo 6:1 dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) sehingga teknik pengumpulan datanya dengan menghitung gabah padi pada 3 perlakuan, yaitu: pupuk anorganik sebagai kontrol, pupuk organik cair dan pupuk organik padat dalam bentuk tepung dengan 3 ulangan sehingga total 9 unit pengamatan. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini diperoleh jumlah gabah kering panen (GKP) yang terbesar yaitu perlakuan pupuk organik cair pada ulangan 3 dengan hasil 8,83 ton/ha dan gabah kering giling (GKG) berjumlah 8 ton/ha dibandingkan dengan pupuk organik padat (tepung) maupun pupuk anorganik. Oleh karena itu, terdapat pengaruh secara langsung pupuk organik dan anorganik terhadap variabel yaitu hasil panen dan berbeda nyata pada setiap perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaplikasian pupuk organik cair lebih efektif dalam meningkatkan produksi gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) serta berdampak langsung ke tanaman yang tidak memerlukan waktu yang lama.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.