Pengaruh Anomali Cuaca Terhadap Produksi Kentang, Kubis, Dan Sawi Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan
Abstract
Sektor pertanian, termasuk komoditas hortikultura, memegang peran penting dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Indonesia. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu penghasil beberapa tanaman hortikultura di Sulawesi Selatan. Tantangan yang paling penting dihadapi oleh petani hortikultura saat ini adalah pengaruh anomaly cuaca terhadap produksi hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi cuaca, yakni curah hujan dan suhu udara mempengaruhi produksi beberapa tanaman hortikultura, seperti kentang, kubis, dan sawi. Penelitian ini menggunakan data produksi hortikultura yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang dan Sulawesi Selatan. Kemudian, data kondisi cuaca diambil dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Data-data ini kemudian diolah dengan analisis regresi dan korelasi menggunakan aplikasi SPSS. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa signifikansi curah hujan dan suhu udara terhadap ketiga tanaman tersebut bersifat tidak nyata. Nilai Signifikansi curah hujan terhadap produksi kentang, kubis, dan sawi adalah 0.784, 0.813, dan 0.042 berturut-turut. Sedangkan nilai signifikansi untuk suhu udara pada ketiga komoditas tersebut secara berturut-turut adalah 0.724, 0.383, 0.098. Adapun untuk Korelasi Pearson curah hujan terhadap ketiga tanaman tersebut adalah -0.193, 0.188, -0.786 dan untuk suhu udara adalah 0.236, -0.517, 0.591 berturut-turut. Nilai Sig. (2-tailed) dari masing-masing variabel tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi cuaca dan produksi ketiga tanaman hortikultura tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lanjutan terkait factor-faktor yang berdampak terhadap produksi tanaman hortikultura tersebut, seperti pengelolaan lahan dan pencegahan hama.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.