Smart mitigation berbasis kearifan lokal dalam pencegahan banjir di wilayah Kelurahan Allepolea, Kabupaten Maros

  • M. Restu Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Irmawati Irmawati Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Nirawati Nirawati Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros
  • S. T. Larekeng Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Hadija Hadija Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros
Keywords: adaptasi, banjir, kebencanaan, Maros, mitigasi

Abstract

Kearifan lokal yang ada di masyarakat penting untuk dikombinasikan dan diadaptasikan dengan teknologi mitigasi bencana  banjir saat ini sehingga dapat meminimalkan  korban jiwa maupun harta benda. Di Kelurahan Allepolea teknologi mitigasi kebencanaan khususnya bencana banjir belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik. Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah: (1) Penguatan aksesibilitas ketahanan tanggap bencana melalui partisipasi dan penguatan kelompok/lembaga pemerhati lingkungan terdampak bencana banjir; (2) Membangun sumur resapan biopori, yang akan dijadikan salah satu contoh Penguatan ketahanan Desa bencana; (3) pengelolaan pengetahuan/Teknologi dan desiminasi aksi adaptasi tanggap bencana di  Kelurahan Allepolea Kabupaten Maros. Metode Pelaksanaan PKM ini dengan Forum Group discussion, sosialisasi, dan stimulasi,modifikasi (lokalatih) juga adaptasi mitigasi bencana banjir. Hasil yang diperoleh dari PKM ini adalah telah memberikan dampak yang positif yang mengedukasi masyarakat tentang penguatan mitigasi  kelembagaan dalam penanggulangan bencana banjir dengan adopsi kearifan lokal masyarakat setempat. Kelompok tani mitra dan masyarakat mendapat pengetahuan manfaat lahan dengan penerapan biopori. Hasil akhir PKM ini adalah masyarakat mampu membuat biopori secara mandiri.

Published
2022-12-07