Pola distribusi logam berat Pb-Cd di Perairan Pelabuhan Biringkassi, Pangkep dengan pemodelan SMS 10.1

  • Arif Fuddin Usman Transportasi Laut, Politeknik Maritim AMI Makassar
  • Rusnaedi Rusnaedi Transportasi Laut, Politeknik Maritim AMI Makassar
  • M Azhar Sauqy Transportasi Laut, Politeknik Maritim AMI Makassar
  • Andi Ningrat Transportasi Laut, Politeknik Maritim AMI Makassar
  • Muslihati Muslihati Transportasi Laut, Politeknik Maritim AMI Makassar
Keywords: Pelabuhan Biringkassi, logam berat, timbal, cadmium

Abstract

Pelabuhan Biringkassi yang dioperasikan PT. Semen Tonasa (Persero) secara kontinyu menghasilkan zat pencemar di lingkungan perairan sekitar. Peningkatan bahan pencemar makin meningkat dengan pembangunan Power Plant yang memiliki kapasitas 2X25 MW pada Desember 2007. Bertambah lagi dengan keberadaan dermaga khusus batubara yang dibangun tahun 2015. Jenis bahan pencermar dibuang di sekitar pelabuhan adalah logam berat. Keberadaan limbah logam berat ini berakibat turunnya kualitas air di sekitar Pelabuhan Biringkassi di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bertujuan melihat penyebaran logam berat Pb-Cd di sekitar Pelabuhan Biringkassi. Riset ini menggunakan metode deskripsi dari pemodelan dengan piranti Surface-water Modeling System (SMS) 10.1. Hasil pemodelan dalam kolom air pada simulasi dengan t= 360 jam atau hari ke-15, terlihat pola penyebaran mirip pada hari ke-5.  Distribusi Pb dalam sedimen tampak meluas ke berbagai arah dengan nilai lebih dari 0,0001 ppm. Adapun jarak radius dari 800 m ke arah utara, lalu 900 m menuju selatan, serta 1.100 m ke arah barat. Kesimpulan akhir dari pemodelan dengan waktu t= 360 jam, logam berat Pb-Cd, dari model SMS 10.1 belum mencapai area tambak.

Published
2022-12-05