Teknik pengeringan pada persiapan tambak udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Talaka, Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep
Abstract
Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pangkep sebagian besar petani tambak mengelola tambaknya dengan memelihara udang vaname, karena lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang tiba-tiba mengalami perubahan. Pengelolaan tambak yang tidak terkendali dan tidak mengikuti kaidah budidaya yang benar akan mengakibatkan merosotnya daya dukung lingkungan perairan, kegagalan panen yang berkesinambungan. Kurangnya pemahaman petani terhadap perubahan kondisi tanah tambak yang disebabkan oleh perlakuan dalam persiapan lahan mengakibatkan dalam pemilihan metode persiapan tidak memperhatikan kaidah-kaidah sesuai CBIB. Pengabdian pada masyarakat bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang Teknik atau metode pengeringan pada persiapan tambak udang vaname yang sesuai dengan CBIB. Pengabdian dilakukan di Desa Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, pada tanggal 18 Juni 2022, melibatkan pembudidaya tambak udang vaname dan tokoh masyarakat. Teknik pengeringan pada persiapan tambak udang vaname merupakan kegiatan yang mengawali keberhasilan budidaya udang. Sebelum digunakan sebagai tempat pemeliharaan udang, dasar tambak dikeringkan guna memutus siklus hidup hama penyakit atau sisa proses budidaya sebelumnya. Sebelum pengeringan dilakukan, dinding dalam tambak dibuat halus dengan cara memoles lumpur dan dibiarkan kering secara merata, ini dilakukan agar tidak terjadi longsor saat proses pengeringan berlangsung. Pengeringan dilakukan saat air laut surut, lama pengeringan adalah 1 sampai 2 minggu (dasar tambak retak-retak). Pengeringan memberi kesempatan sinar matahari langsung menyinari tanah dasar tambak, sehingga mikroorganisme pathogen yang tertinggal akan mati, menghilangkan gas-gas yang terkandung pada dasar tambak. Untuk mengetahui tingkat kekeringan tanah tambak yang pas, dilakukan pengukuran ketinggian lekukan pada retakan tanah, lapisan tanah yang melekuk naik 1 – 2 cm maka pengeringan cukup.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.