Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada UKM di Desa Jennetalassa Kabupaten Gowa
Abstract
Untuk menghasilkan produk pangan yang aman, maka dalam proses pengolahan pangan diperlukan penjaminan mutu dan keamanan pangan dengan pendekatan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Di dalam HACCP, ada 2 (dua) program prasyarat yang harus dipenuhi meliputi Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Sistem HACCP ini diterapkan selama produksi mulai dari proses pertama hingga sampai ke konsumen (Fardiaz, 1996). Program Pengabdian masyarakat ini diharapkan akan memberikan luaran sistem Good Manufactoring Practice (GMP) dan Standard Sanitation Operational Prosedur (SSOP) pada UKM di Desa Jenetallasa adalah suatu prosedur standard operasi sanitasi yang harus dipenuhi oleh produsen untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap bahan pangan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada tahapan proses produksi. Metode yang digunakan adalah (1) Pendampingan teori yaitu tim pengabdian masyarakat memberikan materi terkait dengan teknik penerapan GMP dan SSOP. (2) Pendampingan praktek yaitu pelaksanaan pendampingan praktek lapangan di lokasi yang dilakukan secara langsung oleh tim pengabdian masyarakat kepada UKM sebanyak 20-an orang tentang teknik penerapan GMP dan SSOP. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa mitra UKM mendapatkan pengetahuan tentang penerapan GMP dan SSOP pada proses pengolahan produk dan mendapatkan keterampilan tentang penerapan GMP dan SSOP pada unit pengolahannya.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.