Teknik budidaya sayuran tanpa tanah sistem kapiler dengan pemberian nutrisi organik cair

  • Andi Nurmas Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Robiatul Adawiyah Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Imran Subair Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Makmur Jaya Arma Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Agung Yuswana Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Muh. Ruasaputra Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Siti Masita Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Yusrahayu Saputri Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Muslimah Muslimah Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari
Keywords: budidaya tanpa tanah, sayuran, sistem kapiler

Abstract

Budidaya sayuran tanpa tanah merupakan inovasi yang menjadi solusi dari keterbatasan lahan, kondisi tanah yang kurang subur, atau kurangnya sumber air yang tersedia. Masalah pemenuhan kebutuhan air dan nutrisi pada tanaman sangat penting untuk mendapatkan perhatian. Beberapa metode menanam tanpa tanah menjadi tren khususnya dalam lingkup rumah tangga. Sebagai upaya untuk membudidayakan tanaman dalam kondisi yang tidak optimal. Beberapa tahun terakhir ini bukan hanya dilakukan oleh petani   yang sekarang menjadi   sebuah bisnis yang banyak dilakukan di rumah sebagai hobi atau upaya konsumsi sayur mandiri. Salah satu teknik budidaya tanaman tanpa tanah yang relatif mudah dan murah adalah sistem kapiler. Prinsip kapilaritas merupakan proses penyerapan air dan nutrisi dari bawah ke atas dengan menggunakan kain atau sumbu dengan tujuan memanfaatkan media porous mengalirkan air secara kapiler melalui serabut kapiler berupa celah-celah pada sumbu yang ditumbuhkan pada media tanam pengganti sepert: jerami, sekam, cocopiet, pasir atau serat kayu, air yang sudah dicampur dengan nutrisi organik dan dialirkan ke akar tanaman. Berdasarkan permasalahan di atas, dilakukan inovasi teknologi pada tanaman sayuran.

Published
2022-12-06