Pembuatan pestisida hayati berbahan dasar Trichoderma harzianum pada masyarakat miskin di Kabupaten Pangkajene Kepulauan

  • Nurmiaty Nurmiaty Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Rahmad D Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Andi Ridwan Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Sriwati Malle Program Studi Teknologi Produksi Pengolahan Perikanan, Jurusan Teknologi Produksi Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Alimah B Abdullai Program Studi Agribisnis Peternakan, Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Siti Nurlaelah Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Hasanudidn Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Keywords: masyarakat miskin, penyakit tanaman, Trichoderma harzianum

Abstract

Hama dan penyakit banyak menyerang tanaman pertanian sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produksi yang dihasilkan. Cendawan patogen merupakan salah satu mikoorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Salah satu cendawan fungsional yang dikenal untuk mengendalikan berbagai penyakit tanaman yaitu Trichoderma sp. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi pestisida hayati berbahan dasar Trichoderma harzianum kepada masyarakat miskin di Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang awalnya hanya 9% yang sudah memiliki pengetahuan tentang pestisida hayati dan setelah pemberian materi peningkatan pengetahuan peserta meningkat sebesar 87%. Hasil tes awal keterampilan oleh peserta ada sebanyak 100% sama sekali tidak membuat pestisida hayati dan setelah dilakukan pelatihan  keterampilan peserta meningkat sebesar 80%. Setelah kegiatan pengabdiaan dilaksanakan masyarakat miksin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan di dalam memproduksi pestisida hayati.

Published
2022-12-06