Strategi pengembangan destinasi wisata Curug Gondoriyo dan Pantai Mangunharjo di Kota Semarang

  • Aryana Rachmad Sulistya Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
  • Salsabila Firdausi Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
Keywords: Curug Gondoriyo, Kota Semarang, Pantai Mangunharjo, pengembangan wisata, SWOT

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi alam untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman destinasi wisata di Kota Semarang; dan 2) merumuskan strategi pengembangan wisata di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui kajian literatur yang diolah dengan teknik analisis SWOT. Faktor kekuatan dari wisata di Kota Semarang adalah lokasi yang strategis, originalitas, panorama yang indah, unik, adanya kerja sama dengan Pokdarwis, dan harga tiket yang murah. Faktor kelemahan adalah belum ada event festival wisata, sarana pendukung kurang memadai, kurangnya kesadaran wisatawan untuk menjaga lingkungan, dan belum adanya infrastruktur kebencanaan dalam kawasan wisata. Faktor peluang adalah konservasi lingkungan hidup, dan tersedianya tenaga kerja lokal. Faktor ancaman adalah pencemaran lingkungan hidup, kurangnya perhatian dari pemerintah dan kerjasama dengan pihak swasta. Strategi pengembangan wisata yang dapat diterapkan yaitu meningkatkan daya tarik wisata melalui penyelenggaraan event festival, meningkatkan promosi dan pengelolaan wisata, sarana pendukung, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan lingkungan hidup. Tenaga kerja lokal diharapkan dapat terserap melalui partisipasi masyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan destinasi wisata Curug Gondoriyo dan Pantai Mangunharjo didasarkan pada pengembangan ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Published
2022-12-05