Analisis rantai pasok hasil tangkapan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Sumpang Binangae Kecamatan Barru Kabupaten Barru
Abstract
Integrasi rantai pasok hasil tangkapan nelayan sangat berperan dalam penyampaian dan pendistribusian produk dari hulu ke hilir. Rantai pasok ini berhubungan erat dengan kegiatan perikanan tangkap. Permasalahan yang dihadapi adalah ketidakpastian keberhasilan operasi penangkapan ikan, ketidakpastian kontinuitas produksi ikan dan biaya operasional penangkapan yang relative tinggi Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model rantai pasok hasil tangkapan, pihak-pihak yang terlibat dalam model rantai pasok tersebut serta permasalahan yang dihadapi nelayan dan posisi nelayan dalam rantai pasok hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sumpang Binangae Kabupaten Barru. Pengambilan data dilakukan bulan Juni hingga Agustus 2022 di TPI Sumpang Binangae Kecamatan Barru Kabupaten Barru yang merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data berupa observasi, wawancara dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model rantai pasok dan pihak-pihak yang terlibat adalah nelayan sebagai supplier, pengumpul (punggawa) sebagai distributor, pedagang kecil sebagai pengecer dan konsumen selaku pengguna akhir. Permasalahan yang dihadapi berbeda untuk setiap rantai, terutama dalam kurangnya kemampuan nelayan dalam memastikan dan menjaga keberlangsungan pemenuhan pasokan ikan, masih lemahnya posisi tawar nelayan penangkap terhadap harga jual hasil tangkapan mereka. Diperlukan penguatan lembaga keuangan nelayan berupa pembentukan koperasi nelayan, melengkapi fasilitas terkait persiapan operasi penangkapan dan pelatihan penaganan hasil tangkapan yang baik agar mutu dan harga ikan sesuai dengan permintaan pasar.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.