Analisis pendapatan usaha peternakan ayam ras petelur (studi kasus lala farm) desa baring kecamatan segeri kabupaten pangkep
Abstract
Perkembangan perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Salah satu pendukung perkembangan perekonomian Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). UMKM adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai tumpuan dalam memperoleh pendapatan. Telur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhan atas telur yang cukup, bergizi dan aman menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dalam melaksanakan pembangunan nasional. Pada tahun 2017, konsumsi telur di Indonesia mencapai 18,44 kg per kapita per tahun meningkat pada 2020 mencapai 28,16 kg per kapita per tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan dari usaha ayam ras petelur di Desa Baring Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2022 sampai Juli 2022. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan mengunakan kuisioner. Teknik analsis data meliputi Biaya Produksi : TC = FC + VC, Penerimaan : TR = Pq x Q, Pendapatan : Td = TR – TC. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur Lala Farm biaya produksi mencapai nilai Rp. 122.140.292 per bulan, penerimaan mencapai nilai Rp. 138.466.875 per bulan, dan pendapatan mencapai nilai Rp. 16.326.583. per bulan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.