Identifikasi aflatoksin pada bahan pakan ternak yang diperdagangkan di Kota Pangkep
Abstract
Bahan pakan dapat turun kualitasnya karena faktor temperatur, kelembaban, kebersihan, lama penyimpanan, dan kerusakan disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme yang merusak bahan. Kontaminasi aflatoksin pada pakan ternak dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar aflatoksin pada bahan pakan yang diperdagangkan di kota pangkep. Sampel penelitian adalah jagung giling dan dedak yang diambil dari 6 poultry shop. Penelitian dilakukan di Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros. Variabel yang diamati adalah kontaminasi aflatoksin dengan menggunakan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan dari beberapa sampel yang dianalisis,sampel jagung giling kode J2 terdeteksi aflatoksin total yang paling tinggi yaitu 133,6 µg/Kg, selanjutnya J4 34,66 µg/Kg, J1 32,52 µg/Kg, J5 24,52 µg/Kg dan teredah sampel jagung J3 19,38 µg/Kg. Sampel dedak kode D1, dan D3 memiliki kadar aflatoksin 9,08 µg/Kg, D2 10,13 µg/Kg. Sampel J2 dengan total aflatoksin 133,6 µg/Kg melewati kadar maksimal aflatoksin yaitu berdasarkan standar SNI maksimal 50 ppb. Direkomendasikan bagi poultry shop untuk dapat meningkatkan monitoring suhu dan kelembaban lingkungan terutama di area tempat penyimpanan bahan pakan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.