Keanekaragaman populasi Arthropoda dan identifikasi kuantitas perkembangan vektor Tungro
Abstract
Indonesia identik dengan kekayaan dan berbagai sumber daya alam yang melimpah termasuk fauna, yaitu serangga. Jumlah serangga pada padi yang beragam penting untuk di monitoring dengan meninjau dinamika populasi dan penggolongannya. Maka dari itu perlu pengendalian termasuk pada kategori hama. Fokus penelitian ini mengenai pengamatan jumlah fluktuasi Arthropoda dan vektor atau pembawa penyakit tungro, yaitu wereng hijau pada padi dengan menggunakan light trip di lokasi kebun percobaan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Loka Penelitian Penyakit Tungro Kementerian Pertanian. Penelitian ini bersifat kuantitatif deksriptif dengan mengumpulkan data dan mengamati serta menghitung jumlah populasi Arthropoda sesuai kondisi di lapangan. Pengamatan pada Arthropoda dilakukan pada waktu malam hari dengan mencatat jenis serangga dan menggolongkan serta identifikasi kuantitas/jumlah perkembangan vektor tungro. Hasil pengolahan data ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Adapun hasil penelitian ini selama pengamatan mulai bulan Januari sampai Mei 2020 menunjukkan golongan hama pada padi rata-rata 93,88 organisme dengan jumlah terbanyak wereng hijau berjumlah 232 organisme pada jantan 95 dan betina 137, predator sebagai musuh alami wereng hijau vektor tungro rata-rata 34,18 organisme, sedangkan parasitoid rata-rata 4,5 organisme. Populasi hama, predator, dan parasitoid pada masa vegetatif memuncak pada tanggal 10 Februari 2020 dan masa generatif di tanggal 13 April 2020. Kepadatan populasi dan beberapa spesies serangga terdapat pada waktu tertentu masa pertumbuhan dan perkembangan padi. Oleh karena itu, dari hasil penelitian ini kita dapat melakukan cara preventif atau pencegahan hama yang dapat menyebabkan penyakit pada padi termasuk tungro dengan cara penerapan pola tanam legowo, aplikasi pupuk organik, biopestisida dan berbagai penggunaan teknologi pengendalian.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.