Analisis lama fermentasi dan jenis pewarna alami terhadap mutu terasi ikan bete-bete (Leiognathus equulus)
Abstract
Terasi merupakan salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman tanpa diikuti dengan penambahan asam, kemudian dibiarkan beberapa saat agar terjadi proses fermentasi. Terasi yang dijual dipasaran saat ini memiliki warna yang coklat sehingga kurang disukai oleh konsumen Tujuan dilakukannya/penelitian/ini yaitu/menganalisis pengaruh lama fermentasi dan jenis pewarna alami terhadap mutu terasi ikan bete-bete (Leiognathus equulus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dengan tiga taraf perlakuan dan diulang sebanyak dua kali. Faktor pertama A perbandingan lama fermentasi meliputi A1 (10 jam), A2 (15 jam), dan A3 (20 jam). Faktor kedua B yaitu ekstrak pewarna alami meliputi kulit buah naga (B1), daun pandan (B2), dan kulit manggis (B3). Dilakukan analisis organoleptik metode hedonik kemudian analisis data menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 23 for Windows, Analysis/of/Variance/ (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil uji sidik ragam perlakuan lama fermentasi dan pewarna alami tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein dan uji organoleptik warna, aroma, tekstur dan rasa terasi ikan bete-bete.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.