Pengaruh isolat azotobacter indigenous dan pupuk organik terhadap produksi tanaman sawi putih (Brassica rapa Subsp. pekinensis L.)
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengkaji kemampuan dua isolat azotobacter yang di eksplorasiĀ dari rizosfer tanaman padi gogo (isolat MP3c) dan rumput liar (isolat RR8a) asal Sulawesi Tenggara dan pupuk organik padat terhadap pertumbuhan danĀ produksi tanaman sawi putih ((Brassica rapa Subsp. pekinensis) yang dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Unit Agronomi dan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitain yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama Isolat azotobakter indigenous yaitu: (IO)=Kontrol/tanpa isolat azotobakter); (I1) = Isolat azotobakterĀ MP3c dan (I2) = Isolat azotobakter RR8a. Faktor kedua yaitu pupuk organik padat yang terdiri atas: (BO)=Kontrol/tanpa pupuk organik; (B1)= pupuk organik/pupuk kandang sapi dan (B2)= pupuk organik/pupuk kandang kambing. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun masing-masing pada umur 30 HST dan berat segar krop (saat panen). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan isolat azotobacter indigenous dan pupuk organik/kandang kambing merupakan perlakuan terbaik terhadap berat segar krop sawi putih dengan nilai produksi rata-rata (62 g tanaman-1) setara dengan (6.888,89 ton ha-1).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.