Pengaruh isolat azotobacter indigenous dan pupuk organik terhadap produksi tanaman sawi putih (Brassica rapa Subsp. pekinensis L.)

  • Andi Nurmas Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Halim Halim Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Robiatul Adawiyah Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Makmur Jaya Arma Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Imran Subair Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Siti Saniasa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Andi Khaeruni Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Rahayu M Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Syair Syair Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Vit Neru Satrah Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
  • Abdul Rahman Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
Keywords: isolat azotobacter, pupuk organik, sawi putih

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji kemampuan dua isolat azotobacter yang di eksplorasiĀ  dari rizosfer tanaman padi gogo (isolat MP3c) dan rumput liar (isolat RR8a) asal Sulawesi Tenggara dan pupuk organik padat terhadap pertumbuhan danĀ  produksi tanaman sawi putih ((Brassica rapa Subsp. pekinensis) yang dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Unit Agronomi dan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitain yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama Isolat azotobakter indigenous yaitu: (IO)=Kontrol/tanpa isolat azotobakter); (I1) = Isolat azotobakterĀ  MP3c dan (I2) = Isolat azotobakter RR8a. Faktor kedua yaitu pupuk organik padat yang terdiri atas: (BO)=Kontrol/tanpa pupuk organik; (B1)= pupuk organik/pupuk kandang sapi dan (B2)= pupuk organik/pupuk kandang kambing. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun masing-masing pada umur 30 HST dan berat segar krop (saat panen). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan isolat azotobacter indigenous dan pupuk organik/kandang kambing merupakan perlakuan terbaik terhadap berat segar krop sawi putih dengan nilai produksi rata-rata (62 g tanaman-1) setara dengan (6.888,89 ton ha-1).

Published
2022-12-05