UJI EFEKTIFITAS AGEN HAYATI TRICHODERMA TERHADAP VIABILITAS BENIH
Abstract
Benih yang sulit atau lambat berkecambah adalah suatu hambatan dalam meningkatkan produksi tanaman kakao. Enzim selulotik yang ada pada Trichoderma sp mampu mendegradasi selulosa di dinding sel yang keras pada benih seperti benih kakao. Penelitian ini bertujuan untuk Menguji efektifitas Trichoderma sp. terhadap viabilitas benih Kakao dengan bioseed metod. Penelitian ini dilakukkan di Laboratorium Fakultas Pertanian Unkhair dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan mengunakan bioseed coating metod pada benih yang sudah tersimpan selama 2 minggu. Dosis bioseed coating pada benih Kakao variatas lokal ini adalah sebagai berikut: benih kakao tanpa Bioseed Coating Trichoderma sp (BCT) sebagai kontrol, 5g BCT, 10g BCT 15g BCT, 20g BCT, dimana tiap dosis BCT di ulang sebanyak 5 kali. Hasil Uji terhadap bioseed coating dengan Trichoderma sp dapat memberikan pengaruh yang sangat baik pada dosis 5g BCT dalam setiap parameter tahapan uji viabilitas yang diujikan yakni potensi tumbuh 89%, Daya kecambah 75%, Vigor kecambah 60% serta keserampakan tumbuh 66%, kecambah abnormal 11.2%, dan benih mati 11%. Sedangkan pada benih kakao yang tanpa di bioseed coating tidak memberikan pengaruh terhadap viabilitas pada benih kakao dimana untuk potensi tumbuh 32%, Daya kecambah 22 %, Vigor kecambah 22%, keserampakan tumbuh 25%, kecambah abnormal 50%, dan benih mati 50%. Pemberian Trichoderma sp pada biji kakao dengan metode bioseed coating mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap viabilitas pada benih kakao pada dosis 5g dengan masa penyimpanan selama 2 minggu.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.