PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricencis (Web) Britton & Ross) DENGAN PEMBERIAN URIN SAPI PADA PANJANG STEK YANG BERBEDA
Abstract
Peningkatan permintaan buah naga yang semakin meningkat harus diimbangi dengan perluasan areal penanaman buah naga, yang tentunya membutuhkan ketersediaan bibit dalam jumlah banyak dan berkualitas. Penggunaan urin sapi yang mengandung hormon auksin pada panjang stek yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan stek tanaman buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan urin sapi dalam meningkatkan pertumbuhan stek tanaman buah naga pada panjang stek yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan April-Juli 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi urin sapi (U) yang terdiri dari lima taraf yaitu 0 % (U0), 10 % (U1), 15 % (U2), 20 % (U3) dan 25 % (U4). Faktor kedua adalah panjang stek (P) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 10 cm (P1), 20 cm (P2) dan 30 cm (P3). Variabel pengamatan meliputi: panjang tunas (cm), berat tunas (g), berat kering tunas (g), panjang akar (cm), berat kering akar (g) dan volume akar (cm3). Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi urin sapi dan panjang stek terhadap panjang tunas dan berat tunas. Urin sapi berpengaruh nyata terhadap panjang tunas dan panjang akar. Panjang stek berpengaruh nyata terhadap panjang tunas, berat kering tunas, panjang akar dan berat kering akar. Perlakuan yang terbaik adalah konsentrasi urin sapi 15 % dan panjang stek 30 cm.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.