ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN BATA SEMEN DAN BATA TAJAR

  • Ansye Nahlony D3 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ambon
  • Hutubessy Vector Reinhard Redolf D3 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ambon
  • Roberth Herry Henry D3 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ambon
  • Soumokil Musper David D3 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Ambon
Keywords: kuat beton, bata tajara, empular sagu

Abstract

Serat sagu hanya berakhir menjadi limbah di tempat pengolahan sagu secara tradisional di Provinsi Maluku. Penelitian tentang pemanfaatan empulur sagu sudah dilakukan namun belum dapat dimanfaatkan sebagai produk bata. Berat bata semen rata-rata 5297,90 gr dan bata tajara sebesar 3602,54 gr. Cetakan bata semen 290 x 120 x 80mm dan bata tajara 290x 130 x 87 mm. Selisih berat antara bata semen dan bata tajara sebesar 1695 gr. Komposisi bata tajara sebagai berikut : pasir 53%, semen 25%, empulur sagu 6%, air 16%. Hasil pengujian bata semen masing-masing 3,4 MPa, 2,4 MPa, 5,9 MPa, maka rata-rata kuat tekan bata beton sebesar 3,9 MPa. Bata tajara dengan bahan tambahan empulur sagu menghasilkan kuat tekan masing-masing 20,5 MPa, 21,3 MPa, 24,1 MPa dengan rata-rata kuat tekan sebesar 22 MPa. Selisih kuat tekan bata beton dan bata tajara dengan tambahan empulur sagu sebesar 564% terhadap bata semen.

Published
2021-12-20